Aku


 

Jasad yang tegap

Melangkah tiada henti mencari kepuasan

Setiap melangkah, aku berbuat dosa

 

Apa bedanya aku dengan yang tak punya akal?

Yang hidup hanya untuk makan

Apa bedanya aku dengan yang telanjang?

Yang hidupnya untuk bersenang-senang

 

Kenapa dulu aku tidak di kubur bersama ari-ariku?

Kenapa aku tidak dikubur dalam keadaan suci?

 

Masihkah aku bisa suci?

Bisakah aku kembali lagi?

Mampukah aku berjalan di atas garis-garis amal malaikat?

 

Busuknya aku memang tak tercium

Begitupun dosaku yang kian tak terukur

 

Takkan ada yang mau menjamahku

Lalatpun jijik memakanku

Aku lebih busuk dari sampah

Lebih hina dari babi

 

Tiada lagi jalan untuk ku langkahi

Haruskah ku sembelih urat nadiku ini?

Untuk mengakhiri sejenak siksaku

Karena aku lelah dan malu

Biar ku hadapi siksa di alam sana….

Biar malaikat yang menyaksikan aku….

Biar tubuhku yang bersaksi….

Biar tuhan yang mangadili semuanya….

 

 

 

 

 

R_r@mdani.e

Malam kelabu(sabtu, 25-12-2010)

Iklan

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s