Buku PEMBUBARAN PARTAI POLITIK di INDONESIA PARTAI

(dari buku ; Dr. Fatkhurrohman S.H.,M.H.)

 

Sejarah munculnya partai politik didunia dimulai tahun 1850 dan pertama kali negara yang melahirkan partai politik adalah Amerika Serikat. Baru sekitar tahun 1950 partai politik tumbuh di berbagai negara dan bahkan hampir disemua negara. Ada beberapa alasan setiap negara mendirikan partai politik. Tapi fungsi dasarnya dari politik adalah rekrutmen calon pemimpin.

secara persepektif arti partai politik merupakan organisasi masyarakat yang didalamnya terjadi interaksi antara anggota adan pengurus terkait dengan kesepakatan AD/ART partai politik.

Bicara mengenai partai politik khusunya di Indonesia kita tidak bisa lepas dari yang namanya demokrasi. Demokrasi merupakan kedauatan rakyat sebagai warga negara. Partai politik berdiri karena ada yang mendirikan yaitu rakyat. Dalam kehidupan bernegara semua warganya harus terlibat dalam demokrasi. Karena demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Adapun sistem demokrasi di Indonesia, yaitu:
a.  Demokrasi liberal

Diterapkan di Indonesia pada tanggal 3 nopember 1945 yaitu pasca kemerdekaaan Indonesia. Sejak diterapkannya demokrasi liberal di Indonesia lahirlah maklumat pemerintah yang ditandatangani oleh Soeharto. Inti dari maklumat pemerintah tersebut adalah bahwa rakyat bebas membangun partai politik dalam sistem multi partai. Karena dengan berdirinya partai-partai politik diharapkan bisa bermunculan kader-kader pemimpin negara. Namun hal itu ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena dengan munculnya maklumat pemerintah tersebut hampir semua organisasi-organisasi masyarakat membulatkan tekat untuk membentuk partai. Dan tercatat 40 partai yang berdiri pasca maklumat pemerintah tersebut. Sehingga hal ini mengakibatkan perpecahan dikalangan masyarakat Indonesia sendiri. Dengan beberapa pertimbangan dari dampak partai-partai politik maka maklumat pemerintah akhirnya dicabut. Namun bukan berati partai politi bubar. Akan tetapi organisasi-oragnisasi partai politik lebih memperkuat partainya sendiri sebagai organisasi rakyat.

b. demokrasi terpimpin

karena pada demoksai liberal sering terjadi jatuh bangunya kabinet maka demokrasi dianggap gagal dan diganti ke demokrasi terpimpin. Namun seling beberapa waktu diterapkannya demokrasi terpimpin, terjadi banyak pemberontakan karena banyak partai partai politik yang menolak diterapkannya sistem demokasi terpimpin. Hanya ada satu partai politik yang  mendukung diterapkannya demokrasi terpimpin yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang jelas-jelas ideologinya bertentangan dengan pancasila. Demokrasi terpimpin dipilih oleh soekarno karena dianggapnya dengan demokrasi terpimpin sistem pemerintahan lebih berjalan lancar sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Ahmad Syafii Maarif, mendifinisikan ‘’demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan’’.

Karena hal ini diperkuat dengan pidato soekarno yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”, bahwa dalam demokrasi terpimpin tiap orang wajib berbakti pada kepentingan umum dan tiap orang berhak mendapatkan hidup yang layak. Akan tetapi realitanya dari beberapa waktu diterapkannya demokrasi ini pemerintah cenderung mengambil alih kukuasaan rakyat sehingga demokasi yang pada dasarnya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat itu hilang. Dan anggapan masyarakat pemerintah juga cenderung komunis karena terpengaruh oleh orang-orang partai komunis indonesia yang mendukung demokrasi terpimpin itu.

c. demokrasi pancasila

Demokrasi pancasila lahir ketika tumbangnya pemerintahan soekarno dimasa orde lama. Di gantikan oleh Soeharto yang dikenal sebagai penguasa orde baru dengan rezim pengembalian utuh ajaran ideologi pancasila dan UUD ’45. Namun semuanya tidak terealisai dengan sesuai. Implementasi dari rezim Soehrto tersebut ternyata hanyalah slogan. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan negatif kekuasaan yang dilakukan orde baru selama 32 tahun.

Setelah beberapa demokrasi diterapkan di Indonesia dari masa orde lama hingga orde baru. Namun implementasinya dari semua demokasi itu tetap mememui titik lemah. Sehingga di era reformasi Inonesia menerapkan demokrasi konstitusional. Demokarasi konstitusional pada dasarnya adalah model demokrasi yang menekankan pada lembaga perwakilan dan prosedur konstitusional.

Dengan beganti-gantinya penerapan sistem demokasi di Indonesia. Namun pada dasarnya demokrasi itu tetap merupakan kedaulatan rakyat. Dan demokrasi harus dilaksanakan secara dasar-dasar hukum dan begitu juga sebaliknya, dasar-dasar hukum harus dilaksanakan sesuai dengan demokrasi. Disetiap penerapan demokasi dan berganti-gantinya sistem demokrasi pada dasarnya dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya adalah partai politik. Sejak awal sistem demokrasi diterapkan di Indonesia Partai politik juga membuntuti dan tidak bisa dilepaskan. Bahkan partai politik malah menjamur. Sehingga dari masa ke masa terutama selama masa orde lama banyak partai partai politik yang dibubarkan. Tentunya dengan beberapa alasan.

Ada tiga partai politik yang pertama kali muncul di Indonesia dengan berbeda aliran, yang pertama Islam dengan partai Serekat Islam(SI) oleh Hos Cokroaminot (1912). Yang kedua, Nasional dengan Partai Nasional Indonesia(PNI) oleh Soekarno (1927). Yang ketiga Sosial dengan Partai Komunis Indonesia(PKI) Muso (1920).  Namun pada pada tanggal 23 maret 1928 Partai Komunis Indonesia(PKI) dinyatakan terlarang oleh pemerintah Hindia – Belanda. Dan PKI di Indonesia memberontak kota Madiun pada tanggal 30 September 1965, yang kita kenal dengan kejadian G30SPKI. Sehingga pada tanggal 12 Maret 1966 PKI resmi dibubarkan oleh Orde Baru, karena jelas-jalas ideologi PKI bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. Sedangkan Partai Nasional Indonesia(PNI) yang dipimpin oleh soekarno juga di Bubarkan pada tahun 1931. Karena Soekarno ditangkap oleh Belanda. Dan Serekat Islam pecah menjadi beberapa partai golongan. Diantaranya; PSII, Masyumi, Partai NU. Sehingga pada akhirnya sekitar tahun 1949 partai-partai tersebut tergoyah. Karena dituduh melakukan pemberontakan PRRI di Sulawesi Selatan Masyumi dibubarkan pada tahun 1958. Lalu Masyumi dikuasai orang komunis (Moh. Natsir). Seperti itulah pembubaran partai politik besar selama masa orde lama.

 

kritiknya : dalam buku ini sistem demokrasi liberal masa waktunya tidak dijelaskan secara detail. dan juga penulis tidak melihat dari pandangannya sendiri, cenderung ke penyusunan data saja.

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s