Resensi Buku

Istilah resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang pertimbangan buku atau wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat di dalam sebuah buku. Namun makna kata resensi akhir-akhir ini meluas dan tidak hanya penilaian terhadap kualitas suatu buku. Oleh sebab itu, kata resensi dewasa ini diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya buku (fiksi dan nonfiksi), pementasan drama atau musik, dan film dengan cara mengungkapkan segi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa resensi merupakan salah satu upaya menghargai tulisan atau karya orang lain dengan cam memberikan komentar secara objektif. Di dalam hal ini hams dihindari sejauh mungkin sifat subjektivitas penulis resensi terhadap bahan yang akan diresensi atau rasa senang dan tidak senang terhadap seseorang. Selain itu, penulis resensi hams memiliki wawasan yang cukup tentang bahan yang akan diresensi.

Menulis resensi adalah salah satu upaya memperkenalkan suatu buku kepada orang lain yang belum membaca buku tersebut sehingga setelah membaca resensi, orang tersebut tergerak hatinya untuk membaca karya orang lain. Dengan demikian, tujuan meresensi menjadi meluas, di antaranya sebagai alat promosi suatu karya kepada khalayak yang belum mengetahui karya tersebut. Saat ini, selain resensi buku dikenal juga resensi film, resensi drama, resensi musik atau kaset dan sebagainya.

Resensi memang dimaksudkan untuk memberitahukan kepada khalayak pembaca tentang kehadiran sebuah buku baru dan segi waktu penerbitan maupun temanya. Namun itu tidak berarti buku lama tidak layak untuk diresensi. Buku lama yang isi atau temanya masih atau kembali menjadi relevan dengan situasi aktual saat ini, juga sangat baik untuk diresensi. Sebagai contoh, Anda dapat meresensi novel Layar Terkembang, meskipun novel itu diterbitkan tahun 1930-an. Novel tersebut bertema perjuangan wanita untuk menyejajarkan diri dengan laki-laki dalam berkarier yang saat ini sedang gencar-gencarnya dibicarakan ma-syarakat di era global.

ApabilaAnda ingin meresensi buku terbitan lama yang relevan untuk kebutuhan pembaca saat ini tentunya bukan untuk mengajak para pembaca resensi agar mau membeli buku yang diresensi karena buku itu sudah tidak tersedia di toko buku. Tujuan penulisan resensi itu tentunya lebih pada upaya membangkitkan semangat dan memperluas pengetahuan pembaca resensi.

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s