Uni Soviet Masa Kepemimpinan Lenin

 

Apakah yang mengherankan kalau dalam masyarakat Indonesia ada gerombolan-gerombolan masyarakat yang mencurigai dan menentang bantuan negeri Lenin? Tidak. Gerombolan-gerombolan ini tidak suka melihat Rakyatnya lebih kaya, lebih makmur. Mereka harus tetap tergantung pada impor. Karena impor menjadi kepentingan gerombolan-gerombolan ini bukan saja hidup gerombolan ini dari komisi tuan-tuannya di seberang samudera yang empat tidak terganggu, tetapi juga bisa merajai harga di dalam negeri.  Itulah pertanyaan dan jawaban yang dilontarkan oleh Pramudya Ananta Toer dalam salah satu artikelnya yang dimuat di harian Bintang Timur.

Bicara mengenai tokoh komunis dan juga revolusioner uni sovyet, Lenin, tentu menimbulkan perdebatan yang panjang. Hal ini terlihat dari beberapa pandangan penulis dunia salah satunya adalah Pramudya Ananta Toer yang secara jelas mengamini prinsip Lenin sebagai seorang pemimpin Negara Adikuasi Uni Sovyet. “Lenin telah memberi kita pelajaran yang sangat berharga bagaimana mengabdi kepada Rakyat. Lenin adalah seorang pemimpi, tetapi pun pejuang untuk mewujudkan impiannya”. Lenin telah memimpikan elektrifikasi bagi setiap Rakyat Uni Sovyet, tetapi ia pun telah berjuang meletakkan dasar-dasar terwujudnya impian itu. Kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya secara sosialis adalah impian yang di gengam bersama dengan jabatanya sebagai pemimpin negara.

Perjuangan Lenin meruntuhkan Nicholas Tsar dan melawan kaum borjuis sebenarnya berakar pada sakit hati atas hukuman terhadap kakaknya dan juga keprihatinan terhadap rakyat waktu itu yang bekerja namun tidak dapat menikmati hasilnya. Dengan pembrontakan yang dilakukan Lenin maka sistem distribusi kapitalistis dan monopolistis, produksi secara langsung dapat dikecap oleh setiap orang tanpa membayar cukai dan bunga kepada kaum borjuasi. Segala yang berasal dari Rakyat maka itu harus kembali kepada Rakyat. Lenin telah membuat Rakyat Uni Sovyet memiliki segala yang dibutuhkannya.

Dalam perjuangannya Lenin pernah merasa khawatir tinggal seorang diri. Karena salah satu tugas perjuangannya justru menciptakan dan mengajak rakyat untuk hidup bersosial, bersahabat sebanyak-banyaknya. Baik sesama rakyat maupun dengan golongan atas dan menghancurkan musuh musuhny dan menghancurkan golongan kecil dalam masyarakat yang berkuasa. Lenin telah mengembalikan Rakyat pada harga dirinya yang utuh sebagi rakyat Uny Sovyet.

Kekuasaan kepemimpinan Lenin tidak lepas dari peranan kaum buruh yang berada dibawahnya dan juga ajaran marksisme yang ia pelajari kemudian ia teruskan dan diterapkan dimasa kepemimpinannya di Uni Sovyet.

Iklan

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s