Prodi dan Konsentrasi IKOM-UTM

Konsentrasi Politik dan Bisnis [sekedar] Uji Coba

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi merupakan salah satu Prodi yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) sejak Tahun 2008 setelah sebelumnya berada di bawah naungan Fakultas Hukum (FH). Dan pada tahun yang sama Prodi Ilmu komunikasi terus meningkatkan perkembangannya yaitu dengan mengadakan konsentrasi politik dan bisnis pada mahasiswa yang menempuh semester III (Tiga). Hal ini menjadikan Prodi Ilmu komunikasi semakin menanam dalam Visinya yaitu, Menjadi program studi yang mampu menghasilkan lulusan yang memilki kemampuan IQ , EQ dan SQ. Serta mampu menerapkan, mengembangkan dan mendistribusikan wacana-wacana dan teknologi komunikasi yang bermanfaat bagi khalayak.

Setelah Lima Tahun mengembangkan program konsentrasinya ternyata Prodi Ilmu komunikasi masih belum mencapai apa yang diharap oleh para dosen Prodi Ilmu komuniasi. Pasalnya, SDM atau tenaga pengajar yang dikerahkan dikonsentrasi Politik terbatas. Karena hanya ada Tiga orang dosen pengampuh yang benar-benar fokus dalam bidang komunikasi Politik. Sehingga dengan kebijakan dari hasil rapat semua dosen pengampuh Prodi Ilmu Komunikasi menyepakati, konsentrasi politik dan bisnis di hapus dan menjadikan monoprodi  Ilmu Komunikasi. Hal ini sempat disampai oleh Kepala Prodi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Sri Wahyuningsih, S.Sos,Msi pada kuliah umum Ilmu Komunikasi tahun kemarin.

Mengaca pada tahun awal terbentuknya kedua konsentrasi Politik dan Bisnis yang beberapa Mahasiswanya merasa dirugikan dengan terbentuknya kedua konsentrasi tersebut, pasalnya ada beberapa mata kuliah yang dikonversikan sehingga mereka harus mengambil mata kuliah itu. Hal ini menjadi perbincangan yang menakutkan dikalangan mahasiswa ilmu komunikasi yang sudah menempuh semester III keatas. Seperti yang disampaikan salah seorang mahasiswa ilmu komunikasi konsentrasi politik semester IV yang enggan disebutkan namanya, bahwa ia dan teman-teman seangkatannya akan meminta Kaprodi untuk audiensi terkait pengahapusan konsentrasi yang nantinya ditakutkan akan berdampak pada konversi mata kuliah dan mengambat kelulusan mahasiswanya. “Kalau misalnya permintaan teman-teman untuk audiensi tidak dipenuhi maka saya dan teman-teman akan melakukan demo”. Imbuhnya.

Namun hal itu ditanggapi dingin oleh salah satu dosen ilmu komunikasi politik, Surokhim,S.Sos Msi. Yang mengatakan bahwa dengan mengembalikan Ilmu komunikasi pada jalurnya yang awal menjadi monoprodi yaitu ilmu komunikasi tidak akan menghambat kelulusan mahasiswa walaupun nanti ada mata kuliah yang dikonversikan.

“Pengembalian Prodi ilmu komunikasi pada monoprodi tanpa konsentrasi ini tidak akan merugikan mahasiswa justru akan lebih memfokuskan mahasiswa ilmu komunikasi sesuai dengan bidangnya dan kemauannya sendiri, yaitu dengan mengambil mata kuliah pilihan nantinya. Terkait mata kuliah yang dikonversikan itu nanti imbang antara bisnis dan politik, dan mata kuliah yang sudah diambil mahasiswa yang sudah menempuh konsentrasi itu tidak akan sia-sia karena nanti itu dimasukkan di mata kuliah pilihan”. Papar dosen yang pernah menjabat di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pengahapusan atau pengembalian prodi Ilmu komunikasi menjadi monoprodi masih menimbulkan tanda tanya besar dikalangan mahasiswanya yang sudah menempuh konsentrasi. Tidak adanya sosialisasi atau informasi yang secara jelas dari Kaprodi ilmu komunikasi terhadap mahasiswanya membuat mahasiswa ilmu komunikasi hanya berunjuk sesama mahasiswa ilmu komunikasi. Reporter kamipun berusaha menggali informasi yang jelas. Namun, Kaprodi ilmu komunikasi Sri Wahyuningsih, S.Sos,Msi tidak ada waktu untuk kami wawancarai baik secara langsung maupun via pesan sms.

Alasan tentang kejelasan pengahapusan konsentrasi politik dan bisnis dijelaskan oleh salah satu dosen pengampuh politik yaitu  Imam Sofyan,S.Sos,Msi yang mengatakan bahwa beberapa alasan pengembalian prodi ilmu komunikasi ke monoprodi adalah karena SDM pengajar untuk konsentrasi politik yang jelas-jelas kurang, karena cuma ada tiga orang dosen yang kabarnya kedua dosen itu tahun depan akan melanjutkan S3 sehingga hanya nanti kalau tetap dilanjutkan hanya ada satu dosen saja. Selain itu, dari beberapa tahun sejak konsentrasi terbentuk ternyata kebanyakan mahasiswa ilmu komunikasi lebih dominan memilih konsentrsi bisnis, sedangkan politik peminatnya sedikit dan juga lulusan konsentrasi politik sering mengalami kendala di judul skripsinya. Seharusnya konsentrasi dalam Prodi ilmu komunikasi atau Fakultas Ilmu komunikasi (FIKOM) itu bagi mahasiswa yang menempuh Magister (S2) ilmu komunikasi. Kalau dataran Sarjana (S1) memang seharusnya hanya secara umum atau monoprodi ilmu komunikasi. Jelas dosen politik yang juga mendalami Filsafat.

Pengembalian prodi ilmu komunikasi menjadi monoprodi akan terealisasikan tahun ajaran mahasiswa baru semester depan. Hal itu tentu harus dihadapi oleh semua mahasiswa yang sudah menempuh konsentrasi politik maupun bisnis. (ram)

 

 

 

2 pemikiran pada “Prodi dan Konsentrasi IKOM-UTM

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s