Sodalisme

Terbentuk dari butiran-butiran air mata

Berdiri dari tumpahan darah

Dan, Bersatu dari hati

Mencari truisme yang mengambang  diantara warna hingga spektrum yang tampak di atas sana

Walaupun nobsi mengalahkan sang surya

Dan, menghamburkan bintangnya untuk kegelapan

Kita kan tetap bersama
karena ini adalah Sodalisme bukan Stanza
Iklan

Hakikat Dunia

Berjalan berbalik arah
Menatap indah isi dunia, dengan kacamata hijau
Akal dan obsesi berpadu dengan ilusi
Mengubur dan menghias bangkai tak berbelatung/
Rapi, bertanduk merah bermata hijau/
Dasi melembung diatas perut angin
Meniti stapak mencari ujung mata uang/
Sekilas terlihat rajutan kebohongan
Yang tersirat acak s’panjang jalan kehidupan/
Merasuk dalam makna
Tersekap dalam jerat/
Kini, lidahmu jilati tubuhmu,
Takdir menguburmu dalam lingkaran hina
Dan kerangka murka bersama rahwana, yang takjub akan dunia/
Hidung-hidung belang berjerit merasakan darah perawan, yang terselip dalam garis kemiskinan
Hidup menjadi taruhan nyawa jadi korban/
Banyak alasan, untuk kembang desa yang masih segar, menemani tidurmu tanpa ikatan sakral/
Namun, tak pernah kau tau . . .
hak mereka kau rampas seperti memasukkan tangan dalam sakumu
Jeruji besi tak jadi jalan terakhir bahkan kau bisa berkarir dengan hebatnya
Kelak kan kau rasakan, kain putih tak berjahit…ruang gelap tak berlilin…
Dan taubat kan hanya jadi tangisan mimpi buruk dalam kenyataan
Rohmu kan gentayangan,,,ragamu kan busuk dalam kegelapan
Dan dunia, Dunia takkan menolongmu dalam kehinaan.