[MASIH] Sore Untuk LPM-SM


Hai vespa?? Siang menjelang sore ini aku akan  mengaulimu. Kamu itu kotor, jorok, gembel dan menjijikkan. Awan mulai merangsangku hingga aku tertarik mengaulimu. Terima sajalah belaianku  tanpa jeritan. Aku tahu  kau masih malu-malu karena belum pernah kenal denganku. Aku yakin kamu sudah siap karena kau  tlah perlihatkan semuanya. Aku sudah lama sekali tak pernah bersetubuh dengan barang sepertimu, aku akan membuatmu lebih indah dan lebih disayang. Kamu jangan khawatir kamu  tak berdaya atau bahkan  kau tak kan pernah bisa mengenali hidup lagi karena basah. Aku hanyalah hujan yang sebenarnya sudah terbiasa becanda dan menggauli tanah liat yang kau pijak. maaf  vespa, karena aku  sudah ditakdirkan untuk menjamahmu  yang telanjang sekarang.

Oh vespaku… aku Ram, orang yang sayang  padamu. Aku akan merawatmu dan aku pasti melindungimu dari air hujan yang akan datang sebentar lagi.

Dengan tas plastik biru bekas bungkus nasi aku menghampiri vespaku dan  menutupi mesin vespaku yang telanjang dengan tas plastik biru yang ku bawa. Karena aku tahu sebentar lagi hujan akan  turun. Dan vespaku pasti akan basah kuyub, tapi paling tidak mesin vespaku tidak tersentuh air dan tetap bisa hidup. Seperti yang aku kira, hujanpun  turun dengan sangat derasnya. Hujan hari ini adalah hujan pertama memasuki musim hujan di tahun 2012.

Sabtu, 13-10-2012. Hari ini aku mejalani prasyarat untuk bisa masuk LPM-SM. Setelah acara selesai sekirat jam 12:30 dan aku  hanya tinggal menjalankan tugas terakhir, yaitu posting hasil resensi buku “Pembubaran Partai Politik di Indonesia”yang dari semalem aku baca dan juga harus posting catatan harianku. Tapi setelah semua tugas-tugasku selesai. aku belum bisa pulang karena cuaca diluar sekret masih hujan lebat, dan mungkin untuk kawasan Bangkalan diguyur hujan semua. Dan yang paling miris adalah ketika aku melihat vespaku diperkosa oleh air hujan. Hanya diselimuti  tas  plastik bekas bungkus nasi dan  itupun hanya dibagian tertentu didaerah  mesinnya saja.

“Oh…vespa maafin aku yang mencintaimu namun tak bisa merawat dan menjagamu” gumamku lirih.

Seolah aku tak berdaya melihat apa yang aku cinta diperkosa oleh air hujan. Aku baru sadar cuaca yang dibawa hujan sangat dingin sekali dan aku tak memakai kaos. Dingin makin terus menyerang dan aku berlari pergi kedalam sekret LPM-SM. Kehangatan tercipta didalam sekret, suasana canda, tawa dan sedih, seperti yang aku rasakan saat ini.

“wahh…gampanglah!! semua pasti akan baik-baik saja. Vespaku pasti bisa jaga diri”

Hujan sudah redah(13:30), aku pulang saja, badan sudah lemas dan ngantuk sudah mendeman dari semalem.

“Mas Ram, aku nebeng ya ke cendana..!!” ucap nofiyanto

“Oke, sekalian aku mampir ke kost cewekku dicendana juga”

Aku dan nofiyanto pun bergegas keluar dari sekret LPM-SM, ku jamah vespaku dengan rindih karena takut gak bisa hidup(mogok). Wahh dan ternya vespaku baik-baik saja. Ya..sudah kita pulang.

”Jangan banter-banter mas, jalan licin. Vespamu juga gak ada pegangannya”

“Oke, eh, kakimu naikkan ke deknya agak kedepan takut kenak busi nanti kestrum”

Karena memang tak ada waktu yang mengejar, jadi kitapun pelan seperti apa yang nofiyanto bilang.

“Kosmu dimana? Tanyaku ketika sampai didepan pintu masuk perumahan cendana

“Itu mas di gang II kost yang yang warna merah sebelah salon” jawabnya

“Ow, berarti kostmu sebelahan dengan kost cewekku”

“Trus kost cewekku dimana mas?? Tanya nofiyanto becanda

“Hahaha…”

Hingga kitapun sampai didepan kost nofiyanto, dan nofiyanto pun turun dari vespaku.

‘’Makasih mas!!”
“Oke…”

Setelah itu aku langsung mampir ke kost cewekku yang yang bersebelahan. Karena kasihan melihat cewekku sendirian dikostnya karena teman-teman kosnya pada pulang semua aku mengajak cewekku ikut saja kekontrakan.

“Ya udah dewa pulang duluan nanti dewi nyusul, dewi mau mandi dulu” kata cewekku

Ternyata cewekku pengertian, dia tau kalau aku belum mandi dan capek. Makanya dia langsung menyuruhku pulang duluan. Biasanya sih dia maunya selalu bareng. Oya nama cewekku Estika, tapi aku panggil dia Dewi dan dia panggil aku Dewa. Yaa itulah panggilan sayang aku dan dia.

“ya sudah dewa pulang wi,,”

***                        ***                  ***

 

Iklan

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s