Skrip FIlm BAKSO SARJANA

Script Film Bakso Sarjana

01. EXT/INT. GEDUNG. SIANG. FLASH BACK
Pemain : Pemain utama (Sirait, Bejo, Sahib)
Figuran (Rektor, Dosen-dosen, undangan)
Establishing Shoot : Ruangan wisuda
Sound Effex : Lagu “sarjana muda” iwan fals

Rektor : “IP tertinggi pada tahun ini di raih oleh tiga mahasiswa dengan angka sama, mereka adalah…”
Sirait : Kepanasan sambil kipas-kipas
Rektor : “Mereka adalah…”
Bejo : “Bangsat, rektor kayak pembawa acara Indonesian idol aja”
Rektor : “Mereka adalah…”
Sahib : “Sialan, rektor narsis banget sih? Gak selesai-selesai kalau begini!”
Rektor : “Mereka adalah…kita sambut, Sii..rait…, Bee..jo.., yang terakhir…Saahiib…! Kepada mereka di persilahkan menuju panggung”
Sirait, Bejo, Sahib, terbengong di tempat.

CUT TO

02. EXT. JALANAN. SIANG. H1
Pemain : Sirait, mengenakan baju rapi tapi lusuh dengan jaket dipundaknya.
Establishing Shoot : Jalanan siang hari yang terik, matahari yang membakar.
Sound Effex : Lagu “sarjana muda” iwan fals

Sirait : Memandang jauh ke depan dengan muka masam. “Apa guna IP 3,90? Ternyata cumlaude pun bukan jaminan kalau tidak ada uang pelicin. Benar kata orang, ‘UUD kepanjangannya kini Ujung-Ujungnya Duit.”

CUT TO

03. EXT/INT. KANTOR. SIANG. FLASH BACK
Pemain : Sirait, figuran (Direktur perusahaan)
Establishing Shoot : Gedung kantor yang menjulang tinggi. Ruangan kantor yang bersih dan rapi.
Sound Effex : Musik menegangkan.

Sirait : Percaya diri, tebar pesona.
Direktur : Gaji berapa yang ingin anda dapat dari perusahaan ini?
Sirait : Tersenyum, berdehem. “Terserah, perusahaan ini berani memberikan gaji berapa untuk kualitas saya?”
Direktur : Tampak berfikir.
Sirait : Senyum terus seperti orang yang telah memenanangkan pertandingan
Direktur : Dengan penuh keyakinan, “Saya rasa…”
Sirait : mencondongkan tubuhnya kea rah direktur
Direktur : “Saya rasa perusahaan saya tidak membutuhkan Bapak!”
Sirait : Terkejut dan melotot. “Apa saya tidak salah dengar?”
Direktur : “Maaf, perusahaan saya tidak memerlukan orang berkualitas sepe
rti anda” tersenyum
Sirait : “Tapi Pak?”
Direktur : “Maaf, pintu keluarnya masih belum pindah!”
Sirait  : Beranjak keluar dengan kecewa.
CUT TO

04. EXT. JALANAN. SIANG. H1
Pemain : Sirait
Establishing Shoot : Jalanan siang hari yang terik, matahari yang membakar.
Sound Effex :

Sirait : Merenung, “Nasib!” geleng-geleng kepala kemudian pergi.

CUT TO

05. INT. RUMAH. SIANG. H1
Pemain : Sirait, Emak
Establishing Shoot : Jalan menuju ke pintu rumah Sirait
Sound Effex : Syahdu, hening

Sirait : Berjalan dengan gontai seperti kehilangan semangat.
Emak : “Kusut sekali mukamu nak” Mengusap kepala Rait.
Sirait : Menundukkan kepala membiarkan emaknya mengusap kepalanya.
Emak : “Sudahlah, mungkin esok hari kau bisa dapatkan pekerjaan yang lebih layak!”
Sirait : Memandang emaknya dengan belas kasih. “Sudah satu bulan Mak”
Emak : Ikut sedih.
Sirait : “Kalau begini terus, lebih baik saya kembali ke Madura Mak. Siapa tahu dengan kumpul kawan2 yang lain kami bisa mendapatkan jalan keluar”
Emak : Terisak, “Maafkan Emak nak tidak bisa…”
Sirait : “Sudahlah Mak, Emak sudah berusaha menguliahkan saya. Itu bagi Rait sudah cukup”
Emak : Menangis.
Sirait : “Esok pagi saya akan ke Madura Mak!”
Emak : Menangis.

CUT TO

 

 

06. INT. SURAMADU. PAGI JELANG SIANG. H2

Pemain : Sirait, Bejo, Sahib

Estabilishing Shoot : Bus dan kendaraan disuasana ramainya suramadu

Sound Effex : lagu madura

 

Sirait : Sampai dipertigaan menunggu jemputan Bejo dan Sahib

Bejo : “It..”  berteriak dari atas motor yang kemudikan Sahib.

Sirait : “Alamak, semakin gemuk saja kawan-kawanku ini” sambil menatap wajah Sahib dan Bejo.

Sahib : “Kamu juga tambah ganteng”

Sirait : “Hahaha..tak usah memujilah”

Bejo : “Wes ayo naik, nanti saja ngobrolnya”

07. INT. WARUNG KOPI. MALAM. H2
Pemain : Sirait, Bejo, Sahib
Establishing Shoot : Suasana warung kopi
Sound Effex : Syahdu, hening

Bejo : “Sama It, aku satu bulan di Jogya juga gak dapet-dapet pekerjaan” ia menyulut rokoknya dan segera keluar asap dari mulutnya.
Sirait : “Kita bertiga sama nasibnya” Sambil menyeruput kopi.
Sahib : “Eh, Besok kita mau makan apa?”
Bejo dan Sahib menggelengkan kepala.
Sirait : “Aku masih ada untuk kita bertiga seminggu ini” ucapnya tenang sambil menghembuskan asap rokok ke udara. “Masalahnya, setelah satu minggu ini habis, mau makan apa?”
Sahib : “Buka usaha bagaimana?” usul sambil tersenyum.
Bejo : “Usaha apa? Butuh dana banyak Hib!”
Sirait : “Kalau rental computer?”
Bejo : “Uang beli computer, print, tinta, sewa kosnya?”
Sirait : “Kalau Loundry?”
Bejo : “Otak cewek lo”
Sirait : “Car wash?”
Bejo : “Apa? Pencucian mobil? Mobilnya siapa yang mau kita cuci?”
Sirait : “Alamak, ngendorkan semangat saja kau itu!”
Bejo : “Bukannya begitu It, saya hanya…”
Sahib : Melihat orang jualan bakso keliling yang rame pelanggan,“Kalau jualan bakso?”
Bejo dan Sirait bengong : “Hah, bakso? Yang benar saja!”
Sahib : “Memang derajatnya rendah masih rendah kawan, toh kita tidak kenyang dengan derajat.”
Bejo : mengangguk-angguk
Sirait : Serius memperhatikan
Sahib : “Nanti kita kemas usaha bakso ini dengan kemasan yang luar biasa”
Bejo dan Sirait : berpandang-pandangan.
Bejo : “Cantik sekali kedengarannya, Sahib”
Sirait : “Encer…benar-benar kawan kita, Sahib”
Sahib : “Ya, Spesial Hot!”
Bejo : “Spesial Egg!”
Sirait : “Spesial Taste”
Mereka tertawa.

CUT TO

08. EXT/INT. KAMAR KOS. MALAM. H3
Pemain : Bejo, Sahib
Establishing Shoot : Kamar kos yang berantakan
Sound Effex : Syahdu, hening

Bejo : Membuat rancangan anggaran dana dalam buku besar. Disampingnya ada bertumpuk-tumpuk buku “Pengantar Manajemen”.
Sahib : Tidur-tiduran di ranjang.
Bejo : “Kamu ngapain Hib? Kok malah enak-enakan?” Berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dikerjakannya.
Sahib : bangun, merasa tersinggung. “Eh, aku ini sedang berfikir. Sebagai Sarjana Hukum, saya nanti yang akan bertanggung jawab terhadap perijinan dan segala macamnya. Kamu sendiri ngapain?”
Bejo : Meregangkan tubuhnya, “O…tak kira main-main doang. He2”
Sahib ; “Makanya kerjakan saja tugasmu itu!”
Bejo : “iya, iya, sebagai Sarjana Ekonomi saya bertanggung jawab terhadap aliran uang dan segala macamnya. Tenang saja, sudah siap semua kok! Kan dulu dapat mata kuliah pengamen” tersenyum.
Sahib : “Pengamen”
Bejo : “Pengantar Manajemen, maksudnya haha”
Sahib : “O…”
Bejo : “Sudah capek saya, ayo ke warnet melihat pekerjaannya Sirait, sambil cuci mata, hehe!”
Sahib : “Siip deh, ayo cabut…!”
Bejo : langsung keluar.
Sahib : “Eh Jo, Bejo, bawa uang dong, habis ini kita ngopi lagi untuk menambah inspirasi”
Bejo : “O iya, semakin encer kepalamu Hib”
Sahib : “Ah, jadi malu saya Jo…!”
Bejo : “Alaah, gayamu…”

CUT TO

09. INT. WARNET. MALAM. H3
Pemain : Sirait, Bejo, Sahib
Establishing Shoot : Sirait yang sedang sibuk membuat Website
Sound Effex :

Sirait : membuat sebuah website dengan cekatan. Terpampang di layar kaca dengan jelas “Bakso Sarjana” menu-menu yang ditawarkan, ST, SE, dan SH.
Bejo : Datang tiba-tiba mengagetkan Sirait. “Hebat sarjana teknik kita Sahib”
Sirait : “Ah kalian, mengagetkan saja. Nih lihat bakso sarjana kita”
Sahib : “Hah, Bakso Sarjana? Cemerlang sekali. Apa itu ST, SE, dan SH”
Sirait : “Haha, ST bukan Sarjana Teknik, tapi Spesial Taste, SE, bukan Sarjana Ekonomi, tapi Spesial Egg, alias telur, dan yang terakhir SH, bukannya Sarjana Hukum, tapi Spesial Hot, ekstra pedas gitu loh!”
Bejo dan sahib : Tertawa
Sirait : “Ada yang kurang?”
Sahib : “Ada sih, tahu DO? Delivery over, jadi bakso sarjana kita ini juga menerima pemesanan!”
Sirait : “Bagus Hib,” sambil mengetik DO di dalam website.
Sirait : “Ada lagi?”
Bejo : “Yang terpenting berapa SKS yang harus kita kerjakan bos…”
Sirait dan Sahib : bengong, saling pandang.
Bejo : “Haha…Siap Kerjakan Segera, SKS, kata yang tepat untuk menjadi motto untuk melayani pembeli”
Sirait dan sahib : Menganggu-angguk paham, “Bagus sekali!”
Sirait : Menuliskan SKS ke websitenya.

CUT TO

10. INT. WARUNG BAKSO SARJANA. PAGI. H4
Pemain : Sirait, Bejo, Sahib, FIGURAN (Pembeli bakso)
Establishing Shoot : Kesibukan pelayanan bakso sarjana
Sound Effex :

Sirait : Menjunjung talamnya yang berisi beberapa mangkok bakso dan diantarkan ke meja salah satu pelanggan. Ia tersenyum, memberikan penggambaran, dan mereka kemudian tertawa. “SH tambah 2 porsi lagi”
Bejo : Sibuk meracik bumbu-bumbu bakso sarjana. “Oke, 2 SKS untuk SH”
Sahib: Juga sibuk dengan layananannya kepada para pembeli yang semakin bertambah banyak. “Pak Ahmad gang 4 No.11 DO, Tahu+ST 2 SKS”

Bejo : “Oke, ST 2 SKS”

CUT TO

11. INT. DEPAN WARUNG BAKSO SARJANA. PAGI. H4
Pemain : Sirait, Bejo, Sahib, Figuran (Beberapa pembeli bakso dan pelamar kerja)
Establishing Shoot : Kecerian suasana warung yang sudah mulai dikenal
Sound Effex :

Sirait : Menempelkan pengumuman di depan warungnya

Bejo : “Dibutuhkan karyawan dengan S.Sos” membaca kertas yang ditempel Sirait dengan keras.

Sahib : “Menu apa lagi S.Sos itu nanti?” celetus Sahib dari dalam warung.

Sirait : “S.Sos itu menu baru Spesial Sosis”

Bejo : “Hahaha..”

Sahib : Berjalan keluar ke depan warung “yakin ada sarjana yang mau melamar jadi karyawan bakso?”

Sirait : “Alamak, kalian itu harus percaya sama aku, warung kita ini bakalan terkenal…”

PIGURAN 1 : “Permisi mas, saya Anton Wijaya, S.Sos mau melamar jadi karyawan disini.” Sambil salaman.

PIGURAN 2 : “Saya Kurniadi, S.Sos juaga mau melamar kerja disini” sambil salaman

PIGURAN 3 : “Saya Mala Widya, S.Sos juga mau lamar kerja” sambil salaman

PIGURAN 4 : “Saya Ady Prastyo, Sos juga mau melamar disini” sambil salaman

PIGURAN 5 : “Saya…”

Sirait, Bejo, Sahib : tidak menyangka dan mereka kaget dan pingsan. SELESAI

 

*merupakan film perdana CINDICAT pictures

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s