seputar pulau talango-puteran

Dulu saya agak sedikit minder menjadi anak pedesaan atau bahkan anak pelosok yang sangat jauh dari gemerlap kaeramaian kota. Yaa…saya akui itu dulu saya rasakan. Saya memang dilahirkan disebuah desa  dimana desa itu merupakan pulau kecil bagian dari pulau Madura yang masih tergolong kab. Sumenep. Talango yaaa talango-lah pulau yang saya maksud, secara geografis memang talango tidak begitu terpisahkan oleh laut dari kab. Sumenep. Saangat mudah sekali untuk akses kepulau talango dan tak perlu takut untuk muntah karena tidak terbiasa perjalanan laut. Hanya 5menit perjalanan menaiki kapal tongkang(Orang talango menyebutnya) talango sudah akan dipijak. Melalui pelabuhan terbesar kedua dimadura yaitu pelabuhan kalianget anda bisa menjumpai kapal tongkang yang menuju ketalango. Ketika anda melihat talango dari pelabuhan kalianget mungking anda akan terbayang-bayang mengenai pulau yang terkenal akan krupuk ikan dan penghasil buah semangka terunggul dimadura, pasalnya semua aktifitas dipelabuhan talango bisa dilihat dari seberang pelabuhan kalianget.

Beberapa kali saya mengajak teman saya untuk berkunjung kerumah saya ditalango dan rata-rata mereka terkesan semua.pasalnya dipulau talango juga banyak tempat tempat wisata. Yang pertama karena ini merupakan pulau pasti anda akan dimanjakan oleh suasana pantai, suaana pnti yng paling indh adalah di pantai majapahit, yaa…konon katanya dulu pantai itu disinggahi gromblan dari majapahit. Dan wisata yang paling kebanjiran dan selalu ramai oleh pengunjung bahkan dari luar Madura dan pengunjung dari jawa yang selalu membanjiri wisata yang satu ini. Pasarean atau asta sayyid yusuf. Asta syyid yusuf-lah  yang selalu menjadi icon pertama ketikan orang-orang singgah dipulau talango.

Sayyid yusuf merupakan pejuang dan penyebar agama islam ditanah Madura dan beliau wafat dipulau talango. Sebenarnya bicara tentang pulau talango masih banyak keindahan-keindahan dan keunikannya baik yang terungkap dan banyak juga yang masih belum terungkap mengenai sejarah sejarah dipulauku ini. Dan satu lagi dari talango yaitu logat bahasa yang beda dari induk pulaunya.

Dan itulah sekarang yang membuat saya bangga dan kagum pada tanah kelahiran saya. Saya akan berusaha terus menggali budaya talango dan Madura karena budaya adalah pijakan kita dahulu. Saat ini saya memang tidak tinggal tetap ditalango karena saya menuntut ilmu dan harus meninggalkan sejenak keluarga tersayang didesa palasa-talango dan meninggalkan sejenak pulau talango.

Buat teman-teman yang tertarik akan kayanya pulau talango dan berniat mengunjunginya jangan sungkan-sungkan menghubungi saya . saya akan membantu saat ini saya masih berada dilingkup pulau Madura yaitu bangkalan untuk menuntu ilmu di bangku kuliah Universitas Trunojoyo Madura Fakultas ilmu social dan budaya.

Dan buat anak-anak Madura pesan yang utama dan yang paling menjadi harapan saya adalah JEK TODUS ABHESA MADUREH (jangan malu berbahasa Madura) kenalkan bahasa kita pada dunia….

Iklan

sakalangkong ampon mamper, tinggalkan coment yoo!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s